Jumat, 10 April 2020

UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN

A. Unsur Laporan Keuangan
1. Posisi Keuangan
Unsur dalam posisi keuangan didefinisikan sebagai berikut :
a) Aset adalah sumberdaya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Manfaat ekonomi masa depan dapat berbentuk potensi untuk memberikan sumbangan arus kas atau setara kas pada perusahaan.
b) Liabilitas merupakan utang perusahaan masa kini yang timbul akibat dari peristiwa masa lalu, pemyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. Karakteristik esensial dari liabilitas adalah bahwa perusahaan mempunyai kewajiban masa kini, baik karena kontrak yang mengikat, peraturan perundang-undangan, atau dari praktek bisnis yang lazim.
c) Ekuitas adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua liabilitas. Ekuitas dapat disubklasifikasi didalam laporan posisi keuangan, misalnya untuk perseroan terbatas diklasifikasikan sebagai setoran modal, saldo laba, dan pencadangan saldo laba. 

2. Kinerja
Laba digunakan untuk sebagai ukuran kinerja dan dasar bagi ukuran kinerja investasi (return on investment) atau kinerja saham dengan melihat laba per saham (earnings per share). Unsur yang berkaitan langsung dengan laba adalah penghasilan (income) dan beban (expenses). 

Unsur pendapatan dan beban didefinisikan sebagai berikut:
1. Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan libilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Penghasilan meliputi pendapatan (revenues) dan keuntungan (gains). Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal atau sering disebut penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, dividen, royalti dan sewa. Keuntungan mencerminkan kenaikan manfaat ekonomi dan mungkin timbul atau tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan biasa. Contohnya penjualan aset tetap, keuntungan hasil investasi dan biasanya disajikan sebesar nilai neto.

2. Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Beban mencakup kerugian maupun beban yang timbul dari aktivitas operasional perusahaan  yang biasa. 

B. Pengakuan Unsur Laporan Keuangan
Pengakuan (recognition) merupakan proses penentuan apakah suatu pos yang memenuhi definisi unsur dinyatakan laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi komprehensif. Pos yang memenuhi definisi unsur laporan keuangan harus diakui jika :
  1. Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau kedalam perusahaan; dan
  2. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan  andal.

Dalam pengakuan, konsep probabilitas digunakan untuk menggambarkan tingkat ketidakpastian dimasa datang. Misalnya jika pembayaran piutang besar kemungkinan (probable) dan tidak ada bukti lain yang bertentangan, maka dibenarkan untuk mengakui piutang tersebut sebagai aset.

Suatu pos yang memiliki karakteristik unsur tetapi tidak memenuhi kriteria pengakuan tetap perlu diungkapkan dalam catatan, materi penjelasan, atau skedul tambahan. Pengungkapan ini dapat dibenarkan apabila pengetahuan mengenai pos pos tersebut dipandang relevan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. 

Aset diakui dalam laporan posisi keuangan jika besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Jika pengeluaran tidak menghasilkan manfaat ekonomi di masa datang maka pengeluaran tersebut tidak dapat diakui sebagai aset, sebaliknya menimbulkan beban dalam laporan laba rugi komprehensif. 

Liabilitas diakui dalam laporan posisi keuangan jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumberdaya yang akan dilakukann menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang dan jumahnya dapat diukur dengan andal.

Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif jika kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aset atau penurunan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.

Beban diakui  dalam laporan laba rugi komprehensif jika penurunan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset dan peningkatan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal, yang didasarkan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh (matching of cost and revenues).

C. Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk unsur laporan keuangan yang disajikan dalam laporan posisi keuangan dan laba rugi komprehensif. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu.
Berbagai dasar pengukuran tersebut adalah :
  1. Biaya historis (historical cost)  Adalah biaya perolehan pada tanggal transaksi
  2. Biaya kini (current cost) Adalah biaya yang seharusnya diperoleh saat ini atau pada saat pengukuran.
  3. Nilai realisasi/penyelesaian (realizable/settlement value) Adalah nilai yang dapat diperoleh dengan menjual aset dalam pelepasan normal (orderly disposal).
  4. Nilai kini (present value) Adalah arus kas masuk neto di masa depan yang didiskontokan ke biaya kini dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal.
D. Konsep Pemeliharaan Modal
Menurut konsep modal keuangan, modal adalah aset neto atau ekuitas perusahaan yaitu uang atau daya beli yang diinvestasikan. Dua konsep pemeliharaan modal ini menciptakan dua konsep laba sebagai berikut:
1. Pemeliharaan modal keuangan
Menurut konsep ini, laba hanya diperoleh jika jumlah finansial (uang) dari aset neto pada akhir periode melebihi jumlah finansial (uang) dari aset neto pada awal periode, setelah memasukkan kembali setiap distribusi kepada, dan mengeluarkan setiap kontribusi dari para pemilik selama satu periode.
2. Pemeliharaan modal fisik
Menurut konsep ini, laba hanya diperoleh jika kapasitas produksi fisik (kemampuan usaha) pada akhir periode melebihi kapasitas produksi fisik pada awal periode, setelah memasukkan kembali setiap distribusi, dan mengeluarkan setiap kontribusi dari para pemilik dalam suatu periode.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar